Cara Menanam Terong Yang Baik

adsense-fallback

Cara Menanam Tips budidaya Terong dengan baik supaya menghasilkan produk berkualitas, meliputi persemaian, pembibitan, persiapan lahan, penanaman, pemasangan ajir, dan pemeliharaan.

Terong dengan nama ilmiah Solanum melongea merupakan sejenis tanaman tropis yang berasal dari Sri Lanka dan India. Tanaman ini masih merupakan famili dari kentang dan tomat. Terong mengandung nilai gizi yang cukup tinggi, diantaranya vitamin C, vitamin B, vitamin A, zat besi, kalsium, protein lemak dan fosfor. Terong merupakan tanaman yang sangat baik dikonsumsi, sebab mengandung kalium yang begitu tinggi, yakni sebesar 217 mg/100 gram.

adsense-fallback

Di Indonesia sendiri, terong memiliki jenis yang beraneka ragam. Adapun beberapa jenis terong di Indonesia antara lain terung medan dengan buah bulat yang panjang, terung gelatik untuk lalapan, terung Jepang berbentuk buah yang bulat serta panjang silindris, terung cragi berbentuk buah bulat panjang dengan ujung meruncing, terung bogor berbentuk buah yang bulat dan besar dengan warna agak keputih-putihan, terung kopek berbentuk buah panjang dan masih banyak lagi yang lainnya.

Untuk melakukan budi daya tanaman terung supaya memberikan tanaman terung dengan hasil yang berkualitas, berikut ini langkah-langkah cara menanam terong:

1. Tahap Persemaian

Agar mendapatkan hasil berkualitas dan optimal, sebaiknya benih terung diambil dari benih hibrida. Benih tadi diperam memakai handuk lembab atau kertas basah selama kurang lebih 24 jam. Pada waktu yang sama, tempat atau media semai dipersiapkan dengan mencampurkan pupuk kandang dan tanah memakai perbandingan sebesar 2 : 1. Adapun media tanam yang berasal dari hasil campuran tadi berikutnya dimasukkan menuju polybag dengan ukuran diameter 5 cm dan tinggi 8 cm.

2. Tahap Pembibitan

Tahap Cara menanam terong berikutnya meliputi tahap pembibitan. Pembibitan sendiri dilakukan dengan cara merendam benih pada air hangat hingga 10-15 menit. Kemudian benih tadi dibungkus pada handuk basah atau kertas basah atau bisa juga dengan kain basah yang digulung untuk diperam hingga 24 jam, sebelum melakukan penyebaran di lahan persemaian lalu ditutup memakai daun pisang atau penutup yang lainnya. Saat benih sudah terlihat berkecambah, buka bagian penutupnya kemudian siram persemaian secara rutin tiap pagi dan juga sore hari. Bila dibutuhkan, ketika pembibitan tadi bisa juga dengan menyemprotkan pestisida. Adapun benih siap dipindah tanamkan apabila telah berumur 1-1,5 bulan ketika sudah terdapat empat helai daun.

3. Tahap Persiapan Lahan

Pada tahapan ini, ada beberapa langkah yang perlu Anda lalui seperti membalik tanah, menggenangi lahan tanah dan pembajakan, pemberian pupuk dasar, dan terakhir membuat bedengan-bedengan. Cara balikan tanah sebagai media tanam bisa memakai bajak atau cangkul. Jika lapisan tanah sudah dibalik, media tanam tadi lalu diairi dengan menggenangi lahan tadi hingga merata 3-5 jam, Anda bisa melakukan pembajakan kedua kalinya. Kemudian pemberian pupuk dasar, untuk pupuk kandang sebanyak 15/kg, dolomit 10-15 k tiap 10 m2 lahan media tanam. Tahap terakhir pembuatan bedengan-bedengan dengan bentuk singlet row yakni satu baris untuk satu tanaman melalui jarak tanam 75 cm.

4. Tahap Penanaman

Pada tahap Budidaya terong yang benar berikutnya bentuk lubang-lubang tanam dalam bedengan dengan kedalaman 10-15 cm sebagai tempat menanam benih sehabis disemai hingga 25 hari. Adapun ciri-ciri bibit terong siap tanam yaitu adanya 3-4 lembar daun yang sempurna pada ketinggian batang 7,5 cm. Anda bisa melakukan teknik penanaman di sore hari usai dilakukan penggenangan.

5. Tahap Pemasangan Ajir/Turus

Turus sendiri dibuat dari kayu atau bambu dengan ketinggian 80-100 cm dengan lebar 2-4 cm. Lalu turus Anda tancapkan di bagian dekat batang, selanjutnya ikan batang tanaman pada turus tadi agar lebih kuat ketika menanggung beban berat dari hasil buah terong.

6. Tahap Pemeliharaan

Untuk tahapan berikutnya yaitu tahap pemeliharaan sendiri meliputi penyiraman, penyulaman, penyiangan, pemupukan dan pemangkasan.

7. Masa Panen

Saat usia Sayur Sayuran ini sudah mencapai 30 hari seusai tanam maupun 15-18 hari seusai kemunculan bunga, maka tanaman terong ini sudah dapat dipanen dengan pertama kalinya. Adapun ciri-ciri terong siap panen, yaitu daging tidak terlalu keras, warna buah yang mengkilat dan berukuran sedang. Buah terong bisa dipanen 2 kali seminggu, jadi dalam 1 musim total masa panen ini bisa dilakukan sebanyak 8 kali.

Baca Juga : Cara Menanam Melon Yang Baik

Demikianlah poin-poin Cara Menanam Terong Yang Baikdan Benar agar menghasilkan terong berkualitas!

adsense-fallback