Cara Menanam Pepaya Yang Baik dan Benar

Petani IndonesiaCara menanam pepaya untuk budi daya yang baik dan benar. Pepaya adalah salah satu tanaman buah yang kaya akan kandungan nutrisi dan gizinya, pepaya kaya akan kandungan serat.

Cara menanam pepaya yang berkualitas dapat anda baca dalam halaman ini. Pepaya merupakan tanaman buah yang berasal dari famili Caricaceae. Pepaya berasal dari Hindia Barat dan Amerika Teman, dan kawasan yang ada di sekitar Costa rica dan Meksiko. Pepaya merupakan salah satu tanaman buah dengan manfaat yang cukup banyak. Tak hanya sebagai pencuci mulut saja, pepaya juga bisa menambah asupan vitamin Anda vitamin C. Selain itu, buah pepaya juga bisa dijadikan sebagai sari Pepaya, dodol dan lain sebagainya. Tak hanya itu saja, buah pepaya juga tergolong sangat mudah dibudidayakan.

Tahapan Cara Budidaya Pepaya Yang Benar

Membudidayakan Tanaman pepaya bisa menjadi salah satu peluang usaha untuk Anda. Bagi Anda yang penasaran membudidayakan pepaya, ada tahapan cara menanam pepaya yang harus dilakukan berikut ini:

1. Tahap Pembibitan

Bibit pepaya yang ditanam, biasanya berupa biji dari buah pepaya pilihan. Buah pepaya berkualitas dan pilihan untuk dijadikan bibit selanjutnya dibelah lalu diambil bagian bijinya. Biji yang telah dikeluarkan lalu dicuci bersih hingga kulit ari kemudian dikeringkan pada area yang teduh. Setelah itu dilakukan perendaman menggunakan larutan POC Nasa 2cc/liter hingga 30 menit. Tiriskan benih tadi lalu tebari memakai Natural GLIO sebelum dilakukan persemaian dalam polybag. Benih inilah yang nantinya yang ditanam pada media semai polybag dengan kedalaman 1 cm. Di usia 12-15 hari maka bibit akan mulai berkecambah, saat ketinggian bibit sudah mencapai ketinggian 15-20 cm kira-kira telah berumur 45-60 hari, maka bibit pun siap disiram. Anda bisa melakukan penyiraman rutin tiap hari. Jika bibit sudah berusia 2-3 bulan atau berumur dewasa, maka bibit bisa dipindahkan menuju lahan tanam.

2. Pengolahan Lahan Tanam

Tahapan cara budidaya pepaya yang benar berikutnya adalah pengolahan lahan tanam. Anda bisa membersihkan lahan untuk media tanam tanaman Buah Buahan ini yang ditumbuhi semak belukar, kotoran ataupun rumput. Setelah itu gemburkan tanah memakai bajak atau cangkul. Anda bisa membuat bedengan dengan ukuran ketinggian 20-30 cm, lebar 200-250, jarak antar tiap bedengan 60 cm, dan panjang secukupnya. Jika bedengan sudah dibuat, selanjutnya keringkan tanah hingga 1 minggu, lalu berikan pupuk ke dalam lahan tanam tadi lalu ditutup lagi dengan menggunakan tanah yang telah dicampur pupuk kandang. Bila tanah memiliki tingkat keasaman pH <5 maka Anda bisa memberikan 1kg Dolomit seusai pemupukan lalu diamkan 1-2 minggu. Setelah itu, tanami dengan bibit pepaya pada lubang tanam tadi yang telah dipindahkan sebelumnya dari polybag.

3. Pemeliharaan Tanaman

Cara menanam pepaya yang baik selanjutnya meliputi tahapan pemeliharaan, penjarangan lalu penyiangan. Jika sejak awal masa penanaman benih melalui sistem persemaian, sehingga untuk tahap penjarangan praktis tak ada. Hal ini berbeda bila ditanam pada bagian lubang tanam berupa bijinya, jadi penjarangan harus dilakukan agar mendapatkan tanaman betina dengan beberapa bagian batang pohon yang jantan. Selanjutnya tahap penyiangan dan pemupukan. Pemupukan pertama biasanya dilakukan 1 minggu seusai di tanam memakai pupuk kimia dengan 25 gram KCl, 50 gram TSP, 35 gram Urea, dan 50 gram ZA. Pupuk ini lalu dicampur kemudian ditanam melingkari bagian batang tanaman. Sementara pemupukan kedua bisa dilakukan ketika tanaman berusia 3-5 bulan yang berkomposisi 75 gram ZA, 50 gram KCl, 75 gram TSP, dan 50 gram Urea. Pada pemupukan ketiga dilakukan secara rutin yakni 1 bulan sekali ketika usia tanaman >6 bulan. Adapun pupuk yang digunakan mencakup 75 gram KCl, 60 gram Urea, 75 gram TSP dan 100 gram ZA. Selanjutnya dilakukan pengairan untuk mencukupi kebutuhan air pada tanaman.

4. Tahap Pemanenan

Cara menanam pepaya berikutnya adalah tahap pemanenan. Masa panen tanaman pepaya berlangsung saat usia 9-12 bulan, ini tentu berbeda dengan masa panen Seledri dan Lombok. Adapun cara membedakan buah pepaya masih mentah dan sudah matang adalah jika warna kulit pada buah pepaya ini sudah matang warnanya terlihat kekuning-kuningan. Adapun periode panen tanaman pepaya ini umumnya dilakukan 10 hari 1 kali. Sesudah dipanen, buah pepaya wajib disimpan hati-hati, sebab sangat rentan dari goresan ataupun benturan.

Baca Juga : Cara Menanam Anggur

Itulah beberapa tahapan Cara Menanam Pepaya Yang Baik dan Benar untuk membudidayakan tanaman buah ini. Semoga bermanfaat dan selamat mencoba!