Cara Menanam Kopi

adsense-fallback

Petani Indonesia – Cara Budidaya tanaman kopi yang baik termasuk pula kegiatan menyiapkan lahan. Bersihkan lahan dari gangguan segala macam gulma, seperti rumput dan semak-semak, agar tanah menjadi lebih subur.

Harum aroma kopi dengan cita rasanya nan menawan hati telah membawa minuman satu ini menjadi minuman klasik yang bahkan semakin digemari sampai kini. Dengan secangkir kopi, mata yang lelah pun beranjak merasa segar kembali, dan otak yang sudah mentok tiba mampu memikirkan ide baru. Dinilai sebagai minuman dengan khasiat lekat, kopi kini dibudidayakan untuk dikonsumsi di seluruh dunia. Cara menanam kopi di praktekkan di hampir seluruh benua Afrika, Amerika Latin, dan beberapa negara di Asia seperti Indonesia. Masing-masing daerah memiliki kopi khas produksinya sendiri-sendiri.

adsense-fallback

Beberapa varietas kopi yang paling terkenal di dunia adalah kopi Jawa (Java), Kopi Lampung (Sumatera), juga kopi Toraja, itu jika dilihat dari daerah asalnya. Adapun jika melihat kopi sebagai varietas budidaya, maka ada empat macam jenis kopi yang biasanya tumbuh untuk secara massal, yakni kopi Arabica, robusta, liberika, dan excelsa. Semua nama kopi ini memang keren, namun Anda perlu tahu bahwa sebenarnya masih terdapat ribuan jenis kopi yang tersimpan sebagai potensi alam di seluruh dunia. Kopi-kopi legendaris hanya tumbuh liar di hutan-hutan tertentu dan tidak bisa dilihat oleh mata semua orang.

Cara Menanam Kopi Di Perkebunan

Terlepas dari jenis-jenis kopi yang legendaris, seorang petani kopi akan lebih fokus pada cara menanam kopi yang baik dan benar, sehingga mampu menghasilkan buah sebanyak harapan. Untuk bisa menanam kopi secara massal perlu dipenuhi beberapa aspek yang menjadi penentu kesuburan tanaman nantinya. Jika Anda seorang pemula yang ingin mencoba Budidaya Kopi sendiri, ini dia syarat yang harus diperhatikan kala menanam kopi:

1. Menyiapkan pohon peneduh

Berbeda dengan beberapa jenis tanaman biji-bijian, kopi termasuk Tanaman Pangan yang tidak menyukai paparan sinar matahari penuh atau langsung. Karena negara kita termasuk wilayah tropis yang gemar disinari matahari, maka sebaiknya siapkan beberapa pohon peneduh sebagai perantara tanaman kopi dengan cahaya matahari. Semua jenis pohon yang bisa tumbuh tinggi dan besar bisa menjadi pohon peneduh di kebun kopi. Namun syaratnya, pohon tersebut paling tidak harus sudah berusia 2-4 tahun sebelum menjadi pohon peneduh untuk tanaman kopi. Pohon yang terlalu kecil tentu saja tidak bisa berfungsi optimal.

2. Memperhatikan ketinggian wilayah

Sama halnya dengan Cara Menanam Lada, Setelah pohon peneduh sudah siap berdiri kokoh di calon lahan kopi Anda. Maka untuk cara menanam kopi yang selanjutnya adalah menyiapkan lahan. Bersihkan lahan dari gangguan segala macam gulma, seperti rumput dan semak-semak, kemudian potongan rumput ini bisa Anda manfaatkan sebagai pupuk alami. Caranya adalah dengan menimbun daun-daun semak dan rerumputan tadi kira-kira dua tahun sebelum proses penanaman kopi agar tanah bisa tersuburkan dengan baik.

3. Siapkan tanah yang subur jauh-jauh hari

Selain memanfaatkan dedaunan dan rumput sebagai sumber pupuk utama, menjelang masa tanam sebaiknya Anda siapkan lagi tanah dengan lebih maksimal. Caranya adalah buat lubang tanam secara rapi, kemudian campurkan pupuk kompos dengan tanah galian dan masukkan kembali dalam lubang tanam bersama dengan bibit kopi.

4. Periksa tanaman secara berkala sampai panen

Di awal-awal masa perkembangannya, tanaman kopi membutuhkan perawatan ekstra. Rajin-rajinlah memeriksa lahan Anda, apakah terjadi masalah dengan pohon kopinya atau tidak. Ketika kopi sudah masuk usia panen pertama, yakni sekitar 4-6 bulan pasca tanam (tergantung jenis kopinya) biasanya biji kopi yang muncul akan lebih sedikit dari standar. Hal ini standar terjadi untuk panen pertama, dan Anda tidak perlu khawatir. Hasil melimpah bisa didapat mulai masa panen ke 7 sampai ke 9. Adapun sebenarnya tanaman kopi bisa bertahan sampai sepuluh tahun, bila dirawat dengan baik.

5. Panen biji kopi harus segera setelah matang

Jenis kopi tertentu seperti Arabica, memiliki biji atau buah yang mudah rontok ketika sudah matang. Padahal, biji kopi yang rontok kualitasnya akan berkurang. Karena itu, jika Anda tertarik menanam kopi Arabica, harus lebih jeli dan rajin memanen, berbeda dengan kopi robusta yang memiliki buah menempel luar di tangkai meskipun setelah masak.

Baca Juga : Cara Menanam Rumput Jepang

Itulah gambaran utama Cara Menanam Kopi Yang Baik Di Perkebunan yang harus disadari oleh semua petani kopi. Untuk hasil yang lebih baik lagi, lakukan pemeriksaan berkala pada tanaman, agar tidak sampai terjangkiti hama mematikan seperti karat daun dan hama penggerek tanaman kopi.

adsense-fallback