Cara Menanam Karet Yang Tepat dan Benar

Petani Indonesia – Cara menanam karet dengan tepat dan mudah hingga proses panen atau penyadapan. Pohon karet merupakan salah satu komoditas yang paling penting dan menguntungkan di Indonesia.

Dalam sektor industri perkebunan, Pohon karet merupakan salah satu investasi masa depan yang tepat. Dunia perkebunan karet terbilang begitu menjanjikan, sebab karet sendiri bisa dijadikan sebagai bahan baku industri yang bisa diolah kembali menjadi beraneka macam produk. Selain itu, untuk urusan perawatan sendiri pohon karet memang sangat mudah jika dibandingkan dengan Menanam pohon sawit yang lebih rumit. Tak hanya itu saja, dalam hal perawatan maupun penanaman pohon karet sendiri biasanya lebih irit dibandingkan sawit.

Karet termasuk komoditi perkebunan paling penting yang ada di Indonesia. Adapun untuk memperoleh hasil getah dari karet secara optimal yang berkualitas tinggi, maka tanaman karet pun membutuhkan cara menanam karet atau teknik budidaya yang benar dan tepat. Adapun langkah-langkah budidaya pohon karet yang tepat adalah sebagai berikut ini:

1. Pemilihan Bibit Unggul

Sebelum penanaman bibit, Anda bisa menyeleksi bibit unggul terlebih dulu agar memperoleh hasil panen yang baik. Adapun sifat-sifat bibit berkualitas dari pohon karet adalah responsif dengan hasil, berproduksi tinggi, pemulihan baik, resistensi dari serangan penyakit daun, penyakit kulit dan serangan hama. Adapun syarat-syarat yang perlu dipenuhi oleh bibit agar siap tanam di antaranya mata okulasi yang baik, bebas penyakit jenis jamur akar putih dan akar tunggang yang baik.

Cara Menanam Karet

2. Kebutuhan Untuk Benih

Untuk jarak tanam sekitar 7 x 3 Meter pada tanah landai, membutuhkan bibit untuk tanaman karet hingga 476 bibit. Dengan cadangan penyulaman hingga 47 dan tiap hektar sendiri dibutuhkan 523 batang untuk bibit karet.

3. Menanam Bibit

Biasanya Budidaya Pohon atau bibit karet sendiri dilakukan di musim penghujan biasanya antara bulan September hingga bulan Desember. Hal tersebut di karenakan pada bulan-bulan tersebut curah hujan begitu banyak di mana hari penghujan pun sudah 100 hari lebih. Ketika penanaman, maka tanah penutup untuk lubang yang dimanfaatkan top soil dengan dicampur pupuk sekitar 100 gram tiap lubangnya. Selain itu, Anda bisa menambahkan pupuk SP-36 sebanyak 100 gram dan urea sebanyak 50 gram dijadikan pupuk dasar.

4. Pemeliharaan Bibit Hingga Dewasa

Langkah Budidaya karet berikutnya adalah pemeliharaan sendiri biasanya dilakukan di perkebunan pohon karet mencakup pemberantasan penyakit pada tanaman, pemupukan dan pengendalian gulma. Untuk pengendalian gulma sendiri areal pertanaman pohon karet, entah itu TBM atau tanaman belum menghasilkan ataupun TM yaitu tanaman sudah menghasilkan mesti terbebas dari penyakit atau gulma, contohnya Eupatorium, Mekania, dan alang-alang. Selain itu, teknik penanaman jenis tumpang sari untuk lahan karet sendiri termasuk cara yang tepat agar meningkatkan produktivitas dari lahan pohon karet tersebut. Jadi sebelum tanaman karet ini siap menghasilkan, maka tanaman dari tumpang sari memberikan pendapatan di samping meminimalisir rendahnya dari harga komoditas pada karet itu sendiri.

5. Tahap Pemupukan

Di samping pemberian pupuk dasar, maka pemupukan lanjutan juga perlu dilakukan memakai dosis seimbang dengan diberikan 2 kali setahun. Adapun jadwal semester pertama pemupukan di bulan Januari-Februari dan semester II nya dilakukan pada bulan Juli-Agustus. Adapun 1 Minggu sebelum dilakukan pemupukan, Anda bisa garu gawangan terlebih dulu serta bersihkan piringan tanaman. Adapun pemberian SP-36 sendiri umumnya dilakukan 2 minggu sebelumnya dibanding pemberian KCl dan Urea. Sedangkan tanaman kacangan untuk penutup tanah sendiri, bisa dilakukan pemberian pupuk RP hingga 200 kg per hektarnya. Kemudian pemberiannya bisa dilanjutkan hingga tahun kedua jika pertumbuhannya agak kurang baik.

Baca Juga : Cara Menanam Bambu

Dalam hal ini, para petani karet sebelum terjun ke dunia perkebunan karet sendiri harus benar-benar dipertimbangkan dan dipikirkan dengan matang. Sebab lama proses penanaman hingga menuju proses penyadapan maupun proses panen sendiri tergolong memakan waktu lama hingga 5-6 tahun sampai bisa disadap. Namun biasanya untuk hasil lebih maksimal sendiri biasanya waktu sadap lebih lama hingga berusia 7 tahun sampai pohon karet pun telah siap untuk dapat disadap. Demikianlah ulasan mengenai Cara Menanam Karet Yang Tepat dan Benar dan mudah sampai proses penyadapan atau panen. Semoga bermanfaat!