Cara Menanam Jamur Tiram di Rumah

Cara Menanam Jamur Tiram di rumah sendiri sangat mudah dan sangat menjanjikan untuk pemula. Jika Anda sukses untuk melakukan budidaya jamur ini maka dipastikan keuntungan yang didapat akan sangat melimpah.

Jamur adalah salah satu tanaman sehat yang saat ini populer untuk dijadikan budidaya. Tanaman ini adalah salah satu tanaman yang bisa tumbuh dengan media selain tanah. Cara budidaya jamur tiram dan perawatan dari jamur juga tidak terlalu sulit sehingga cukup pas dijadikan budidaya. Salah satu jenis jamur yang baik dan mudah untuk dijadikan budidaya adalah jamur tiram. Jamur ini memiliki karakteristik jamur yang lebar seperti tiram. Jamur tiram juga memiliki kandungan gizi yang cukup tinggi sehingga baik juga untuk kesehatan. Lalu, bagaimana cara untuk melakukan budidaya jamur tiram ini, berikut adalah ulasan dari CaraMenanam.Net.

1. Pemilihan bibit

Cara menanam jamur tiram yang perlu diperhatikan pertama adalah pemilihan bibit. Anda harus memperhatikan kualitas bibit agar hasil panen yang dihasilkan benar-benar melimpah dan tidak mengecewakan. Beberapa petani gagal dalam penanaman jamur tiram karena salah dalam memilih bibit akibat dari salah bibit ini sendiri bisa berupa gagal panen, jamur tidak tumbuh, hingga kualitas jamur kurang baik. Untuk membuat bibit yang baik, Anda bisa melakukan pembibitan sendiri dengan membibitkan jamur f1. Selain itu, Anda juga mencari bibit dengan kualitas terbaik langsung pada petani yang memang sudah sukses atau juga toko bibit yang memang sudah terpercaya.

2. Membuat media tanam

Untuk membuat 100 kg media tanam untuk jamur Anda gunakan 80 kg serbuk kayu atau serbu gergaji yang halus, berikutnya bekatulnya adalah 15 kg dan kg untuk kapurnya. Berikutnya aduk dan campurkan bahan tersebut hingga semua bahan bercampur rata. Setelah itu, masukkan air sekitar 60% dari jumlah bahan media tanam. Cara menanam jamur tiram adalah dengan mengetes media tanam jika sudah bercampur dengan baik. Lakukan pengetesan dengan cara menggenggam media tanam jika sudah tidak ada airnya dan jika dijatuhkan media tanam tidak pecah maka media tanam tersebut sudah siap untuk ditanami jamur. Berikutnya media tanam difermentasi selama 5 hingga 10 haru dalam suhu ruangan 70%.

3. Sterilisasi media tanam dan inokulasi

Setelah media tanam di fermentasi Jamur tiram memasukkan media tanam dalam plastik polipropilen. Setelah media dipadatkan hingga membentuk botol atau yang sering disebut baglog. Pada ujung plastik dipasang ring dan kemudian ditutup kapas. Berikutnya adalah membungkus baglog untuk sterilisasi dengan menggunakan drum. Gunakan api dengan panas sekitar 95 hingga 110 derajat celcius dalam waktu 10 jam. Setelah dikukus agar steril Anda bisa mendinginkan kembali baglog untuk tanaman ini dengan cara didiamkan saja.

4. Inokulasi, inkubasi, dan pertumbuhan jamur tiram

Setelah difermentasi baglog harus dipindahkan ke tempat inokulasi. Diamkan baglog selama 24 jam agar dingin pastikan pula ruangan inokulasi ini dingin. Setelah itu, masukkan bibit pada baglog caranya adalah mengambil botol bibit. Selanjutnya ujung bolot disemprot alkohol dan dibakar dengan spiritus hingga menyala lalu matikan kembali. Aduk bibit dengan kawat dan masukkan bibit pada leher baglog hingga penuh dan tutup dengan kapas. Berikutnya bibit di inkubasi untuk mendapatkan miselium. Terakhir adalah memindahkan baglog yang tumbuh miselium pada kumbung. Cara menanam jamur tiram terakhir adalah dengan memberikan lubang pada baglog untuk tumbuh jamur.

Baca Juga : Cara Menanam Cabe Merah

Itulah sedikit menangani budidaya jamur. Mudah bukan untuk membudidayakan jamur ini dengan membudidayakan jamur Anda bisa menghasilkan keuntungan yang cukup banyak. Terlebih lagi jika Anda mengikuti Cara Menanam Jamur Tiram di Rumah dengan benar dan teliti maka hasil panen jamur akan menjadi lebih melimpah dan juga menjanjikan. Dengan membudidayakan jamur ini maka Anda bisa menjadi orang yang sukses dengan hanya budidaya yang tidak sulit untuk melakukannya.