Cara Menanam Bayam

Cara Menanam – Cara menanam bayam organik melalui beberapa tahap yaitu tahap penyemaian benih, tahap pengolahan lahan, tahap penebaran benih, tahap perawatan dan terakhir tahap panen.

Bayam yang memiliki nama latin Amaranthus Spp adalah merupakan jenis bayam yang sering dikonsumsi orang dan paling banyak di tanam oleh para petani. Bayam cabut ini memiliki dua jenis sedang perbedaan fisik yang terlihat adalah bayam hijau memiliki daun kecil dan berwarna hijau terang. Sedangkan bayam merah memiliki warna merah hati atau merah gelap. Kemudian untuk jenis bayam yang lain memiliki warna hijau agak gelap, daunnya lebar dan pohonnya berdiri tegak. Untuk Cara menanam bayam ini sama, namun cara panen bisa dicabut atau di potong.

Untuk menanam bayam, kita harus memberikan tempat yang tidak terlindung dari cahaya matahari. Jika untuk sayur lain harus dilakukan persemaian sebelum Sayur Sayuran ini ditanam, maka sayur bayam ini justru kebalikannya. Bahkan jika tanah tidak disemai penanamannya justru akan lebih efektif. Meskipun memerlukan banyak sinar matahari, namun bayam sangat pas jika ditanam pada daerah yang memiliki suhu 10 hingga 20 derajat Celsius. Namun demikian, dengan suhu yang tinggi bayam juga bisa beradaptasi. Cara menanam bayam sebaiknya tidak dilakukan pada saat musim penghujan, karena jika bayam terkena hujan terus menerus maka akan cepat busuk dan rusak.

Nah, untuk Anda yang tertarik dengan budidaya bayam merah maupun hijau, berikut ini langkah-langkahnya.

1. Penyemaian benih

Bayam ditanam dengan melalui bijinya, sedangkan benihnya biasanya diambil dari bayam yang sudah berumur tua, yaitu sekitar umur 3 bulan. Sebaiknya benih yang diambil adalah benih yang benar-benar sudah tua sehingga tingkat perkecambahan tinggi dan benih tersebut dapat disimpan lama, yaitu kurang lebih satu tahun.

2. Pengolahan lahan

Sebelum cara menanam bayam kita bahas maka terlebih dulu kita siapkan pengolahan tanahnya. Untuk langkah pertama yaitu tanah dihaluskan dan dibuat bedengan. Buatlah bedengan dengan lebar kurang lebih 1 meter dan tinggi hingga 30 cm. Berilah jarak antara bedengan satu dengan yang lain selebar 30 cm. Untuk mendapatkan cahaya matahari yang maksimal, maka buatlah bedengan dengan arah membujur timur-barat.

Bayam

Yang perlu Anda perhatikan adalah tingkat keasaman tanah, apabila tingkat keasaman rendah netralkan dengan menggunakan kapur atau dolomit, dan menggunakan belerang untuk tanah yang tingkat keasamannya tinggi. Kemudian sebelum cara menanam bayam dilakukan, tebarkan pupuk kompos yang berasal dari kandang, jika ada lebih baik menggunakan kotoran ayam karena kaya nitrogen. Dimana nitrogen ini merupakan salah satu zat yang sangat dibutuhkan oleh tanaman sayuran termasuk pada bayam.

3. Penebaran benih

Karena benih bayam sangat kecil, maka untuk menanamnya harus dengan teknik menyebarkan secara merata. Untuk menyebarkannya bisa menggunakan saringan, namun akan lebih baik jika pada waktu menanam benih bayam dicampurkan dengan tanah dan pupuk kompos. Sedangkan cara menanam bayam ini adalah dengan ditebar pada bedengan secara merata.

4. Perawatan

Hal pertama yang harus diperhatikan dalam merawat tanaman di daerah tropis khususnya untuk sayur adalah pengairannya. Pada saat awal benih ditebar, air sangat diperlukan agar benih cepat tumbuh. Sebaiknya pengairan dilakukan dua kali sehari yaitu pagi dan sore pada saat musim kemarau. Ketika bayam berkecambah maka akan tumbuh gulma di sekitarnya, siangi sehingga pertumbuhan bayam tidak terhambat.

Baca Juga : Cara menanam kangkung

Penyakit yang sering menyerang bayam antara lain yaitu kutu daun, ulat daun, tungau, karat putih, dan busuk basah. Sedang cara menanganinya adalah dengan penyiraman teratur. Bayam ini bisa dipanen setelah tanaman mencapai tinggi sekitar 20 cm atau 20 hari setelah ditanam. Demikian cara menanam bayam organik ini, semoga bermanfaat.