Cara Menanam Bawang Merah Yang Baik

Cara Menanam Bawang Merah dengan benar untuk para pembudi daya. Bawang merah adalah salah satu tanaman yang diambil bagian umbinya untuk dijadikan bumbu masakan.

Budidaya bawang merah yang baik dan benar tentu harus diperhatikan pagi para petani yang sedang membudidayakan tanaman ini. Bawang merah merupakan salah satu komoditi dengan harga yang tak stabil, terkadang harganya turun drastis dan kadang juga naik drastis. Ada beberapa tahapan-tahapan penting yang dilakukan untuk menanam bawang merah bagi para petani ini, diantaranya:

1. Pengolahan Tanah

Tahapan cara menanam bawang merah yang benar yang pertama adalah proses pengolahan tanah terlebih dahulu. Supaya tanah lebih berkualitas, gemburkan tanah melalui cara dicangkul lalu diamkan tanah tadi hingga 1 minggu supaya racunnya terbawa oleh angin ataupun menguap akibat paparan cahaya matahari. Jika tanah untuk media tanam mempunyai tingkat keasaman yang kurang dengan pH 6-7, Anda bisa menambahkan kapur dolomite pada dosis 1 ton untuk tiap 1 hektar lahan. Lalu, biarkan tanah 2 minggu seusai pengapuran. Setelah itu buat bedengan dengan lebar <1 meter, dengan ketinggian 30 cm dan panjang sesuai luas lahan. Lalu, gemburkan dan cangkul kembali bedengan hingga kedalaman 20 cm, tambahkan dengan pupuk kandang dengan secukupnya dan tebar di bagian atas bedengan lalu aduk dengan tanah supaya lebih merata. Selanjutnya diamkan bedengan hingga 1 minggu sebelum Anda menanaminya dengan bibit bawang merah.

2. Pemilihan Bibit

Budidaya bawang merah berikutnya adalah melalui pemilihan bibit pilihan bawang merah. Bila umur bibit dari bumbu bawang merah <2 bulan, Anda bisa melakukan pemotongan ujung umbi kira-kira 0,5 cm. Adapun tujuan pemotongan ini yaitu agar mempercepat pertumbuhan tunas bawang merah yang Anda tanam.

3. Proses Penanaman

Cara menanam bawang merah dengan baik yaitu dengan membenamkan umbi hingga seluruh bagian pada tanah. Adapun jarak tanam untuk tiap umbu yaitu 20 cm x 20 cm, ketika ditanam saat musim sedang hujan. Sementara jarak tanam umbi ketika ditanam di musim kemarau adalah 15 cm x 15 cm. Jarak tersebut bertujuan agar umbi bawang merah dapat tumbuh secara optimal.

4. Penyiraman Tanaman

Untuk bawang merah dengan usianya baru mencapai 0-10 hari, Anda bisa melakukan penyiraman secara rutin di pagi dan sore hari. Jika sudah berusia >10 hari maka intensitas dari penyiraman air pun bisa dikurangi cukup dengan 1 kali sehari saja, baik itu di pagi hari maupun di sore hari saja.

5. Tahap Pemupukan Susulan

Cara menanam bawang merah yang baik dan benar berikutnya meliputi tahap pemupukan susulan atau lanjutan. Pupuk susulan ini bertujuan agar memelihara ketersediaan dari unsur hara pada tanaman bawang yang dibutuhkan. Pemupukan lanjutan ini bisa dimulai saat usia tanaman Sayur Sayuran ini sudah menginjak usia 2 minggu dengan memakai dosis KCl 110 kg, 200 kg ZA, dan 90 kg Urea untuk tiap 1 ha lahan.

6. Pemanenan Bawang Merah

Tahap pemanenan merupakan tahap akhir dalam menanam bawah merah ini. Biasanya, tanda bawang merah sudah siap dipanen jika sebanyak 70% daun bawang merah telah mulai rebah. Bisa juga melalui perhitungan masa tanam saat sudah mencapai umur 70 hari. Adapun hasil rata-rata panen bawang merah dengan normal untuk tiap 1 ha lahan bisa menghasilkan sebanyak 5-12 ton, hal ini tergantung dari cuaca, iklim dan kondisi lahan di daerah tersebut. Selanjutnya keringkan tanaman bawang merah yang sudah di panen tepat di bawah terik sinar matahari selama 1-2 minggu agar mendapatkan tanaman dengan kadar air sebesar 80% berdasarkan permintaan pasar.

Baca Juga : Cara Menanam Jagung yang Baik

Itulah tahap-tahap Cara Menanam Bawang Merah Yang Baik dan benar untuk budi daya bawang merah. Semoga bermanfaat!