Cara Menanam Bambu

Petani Indonesia – Cara menanam bambu yang tepat masih belum banyak diketahui di Indonesia. Hal ini menjadi peluang istimewa untuk lahan kerja baru dengan kancah yang masih terbuka lebar.

Bambu kini menjadi komoditas budidaya yang menjanjikan. Pasalnya petani yang mengetahui betul Cara menanam bambu yang sebenarnya masih belum banyak di Indonesia. Hal ini menjadi peluang istimewa untuk lahan kerja baru dengan kancah yang masih terbuka lebar. Sebagai tanaman yang bertekstur keras, bambu juga termasuk pohon yang tidak memerlukan banyak perawatan ketika sudah tumbuh besar.

Bambu adalah sejenis tanaman tinggi yang dimanfaatkan batangnya, seperti halnya tanaman tebu. Berbeda dengan tebu yang memiliki batang lunak dan berair, bambu justru berbatang keras dan sedikit sekali mengandung air. Namun begitu bambu termasuk tanaman yang secara nyata dibudidayakan untuk dimanfaatkan sebagai bahan berbagai jenis benda bagi manusia, khususnya untuk peralatan mebel dan rumah tangga. Dengan bentuknya yang berongga di bagian tengah, bambu memang lebih ringan dibandingkan dengan kayu.

Cara Dan Jenis Pembibitan Bambu

Cara menanam bambu sebagai budidaya tidak terlalu rumit. Namun yang dibutuhkan adalah proses membuat bibit yang tergolong cukup lama. Bibit pohon bambu memang bisa didapat secara alami dari biji bambu yang jatuh kemudian tumbuh menjadi rebung. Namun, untuk kebutuhan komoditas massal, tentu menanam satu dua rebung tidak akan mampu mencukupi lahan yang telah disiapkan. Maka solusinya adalah dengan membuat bibit bambu secara rekayasa menggunakan sistem stek.

Bagaimana cara membuat bibit bambu dengan stek? Yang Anda perlukan adalah memiliki bonggol bambu, ataupun batang bambu yang secara langsung Anda ambil dari pohonnya, bukan bambu yang sudah diawetkan. Ambil kira-kira 60 cm sampai dengan 1 meter batang bambu segar, kemudian timbun dalam tanah. Nah, sirami batang yang ditanam ini kira-kira 3 kali sehari selama dua bulan lamanya. Ketika batang sudah terlihat bertunas, maka bibit bambu sudah siap dipindahkan ke lahan.

Untuk bisa membibitkan bambu dengan lebih optimal, Anda perlu memperhatikan asal batang bambu yang akan menjadi media tunas. Bagian batang paling baik adalah batang bawah bambu segar. Semakin ke atas, maka batang akan semakin sulit ditunaskan. Sementara bagian paling bawah yang biasa disebut sebagai bonggol bambu biasanya dapat menumbuhkan tunas secara alami yang disebut dengan rimpang bambu. Otomatis, bagian yang paling dengan bonggol adalah bagian ideal untuk dijadikan obyek pembibitan.

Proses Menanam Bambu

Cara Menanam Bambu

Setelah sukses melakukan pembibitan yang kurang lebih memakan waktu 2 bulanan, maka petani bambu bisa memulai proses selanjutnya yang dikenal dengan istilah penanaman. Berbeda dengan proses pembibitannya yang memakan waktu cukup lama, bambu bisa langsung ditanam asal petani sudah menyiapkan lahan tanamnya. Namun Anda harus memperhatikan jarak lubang tanam sesuai dengan bibit bambu yang Anda pakai.

Cara menanam bambu dengan bibit rebung bisa ditanam dalam lubang sedalam 50x50x75 cm, sedangkan untuk penanaman menggunakan batang Anda perlu menyiapkan lubang tanam dengan diameter 150x150x75 cm. perbedaan lubang tanam ini tentu saja berkaitan dengan besar bibit bambu itu sendiri. Karena bibit stek berbentuk lebih besar, maka lubang yang harus dipersiapkan juga lebih luas. Selain itu, bibit dengan cara stek ini bisa menumbuhkan bambu satu rumpun dalam waktu yang relative lebih singkat.

Lahan harus dipersiapkan jauh-jauh hari, yakni 3-4 bulan sebelumnya. Mengapa begitu? Tentu hal ini berguna untuk menyiapkan lahan yang subur bagi bibit bambu berkembang nantinya. Menyiapkan lahan dilakukan dengan cara perataan dan pemupukan. Perataan berarti membersihkan tanah dari gulma dan semak liar. Sementara setelah tanah sudah rata, maka proses selanjutnya adalah pemupukan.

Yang dimaksud dengan pemupukan untuk menanam bambu tidak jauh berbeda dibandingkan penyiapan lahan pada tanaman yang lain:

  1. Pertama-pertama buatlah lubang tanam sesuai dengan criteria bibit. Pisahkan antara tanah galian bawah dengan tanah galian atas.
  2. Campurkan tanah galian bawah dengan pupuk urea, sementara tanah galian bagian atas dengan pupuk kompos.
  3. Biarkan tanah agar terproses menjadi subur dalam kurun 304 bulan sebelum siap untuk ditanami.

Menarik di Baca : Cara Menanam Rumput Gajah Mini

Cara menanam bambu dengan lahan yang sudah siap, tentu saja menjadi sangat mudah. Anda tinggal memasukkan bibit bambu ke dalam lubang galian, kemudian masukkan lagi tanah yang sudah terproses subur itu untuk menjadi tempat berkembangnya bibit bambu Anda.